Gaya HidupMental Health
Brainrot: Fenomena Modern yang Mengikis Pikiran Perempuan
Jangan Lupa Setting Boundaries!
Gaya HidupASUH
Perjalanan Menjadi Perempuan (Ibu), Adalah Perjalanan Memeluk Diri Sendiri
Keluarga Kaktus: Menjadi Keluarga yang Tidak Cemara, Itu Tak Apa!
Penyesalan akhirnya menimpa Melati (nama samaran). Mahasiswi berusia 24 tahun asal Kediri ini hampir mengakhiri hidupnya, ia merasa malu, karena sudah tidak bisa menyeimbangi gaya hidup teman-temannya lagi. Bersama teman-temannya itu, Melati mempunyai semacam paguyuban yang stylishly. Ia dan beberapa temannya berada pada semester yang sama; semester enam.
Selanjutnya, kisah ini akan membawa kita agar mampu memahami rasa syukur dan kesederhanaan. Bersama Melati, sebagai “pengendara hebat” yang mulai bertobat.
Suatu siang yang berirama, saya berjumpa dengan Melati pada Minggu, tepatnya hari ketiga bulan Maret di.
Tokohtokoh
Tudjimah: Pengelihatan Tak Berfungsi, Mata Hati Bermain
Gagasan Maria Ulfah Ihwal Hak Pilih Perempuan
Gaya HidupBeauty and Health
Kejahatan di Balik Standar Kecantikan Kulit Putih
Pentingnya Sunscreen di Tengah Cuaca Panas Ekstrim
Serba-serbi
Serba-serbiOpini
Kemajuan teknologi dan mudahnya bertukar informasi menggunakan internet membuat banyak perubahan di berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali dalam aspek sosial. Pada kehidupan sosial ini,.
Serba-serbiReview
- Profesor bidang Filsafat Politik dan Studi Internasional di New College of Hofstra University, USA
- Pendiri Kolektif Feminis.
Karya: Silvia Federici Ph.D
- Profesor bidang Filsafat Politik dan Studi Internasional di New College of Hofstra University, USA
- Pendiri Kolektif Feminis.
Kolektifa. agenda
Membebaskan Ingatan Publik Tentang ’65
Buruh Perempuan yang Terpinggirkan dan Dipinggirkan
Tumbuh, Berakar, Berdaya di Festival Women Ngalam Bergerak
Pelopor Pemberantasan Korupsi itu Bernama Rakyat
Diskusi “Kelas Pekerja dan Politik Elektoral”
Siapa yang tidak memiliki inner child? Apakah ada pada diri pembaca sekalian yang tidak merasakannya? Inner Child merupakan jiwa atau sifat kekanakan yang dimiliki seseorang. Sifat ini bisa memberikan dampak positif dan negatif, tergantung pengalaman saat masa kecil. Inner Child akan tetap ada dan berdampak pada perilaku sejak masa pertumbuhan hingga dewasa. Baik dan buruknya sifat itu juga tak jauh dari norma masyarakat yang diyakini saat itu.
Modern ini banyak yang membahasakan Inner Child sebagai sesuatu yang negatif, seperti pada kalimat “aku masih punya Inner Child yang belum.
